Minggu, 04 November 2012

pengusaha muda mesin



Denni Andri, President PT Taka Turbomachinery Indonesia
           
                     Denni Andri adalah owner sekaligus President dari PT. Taka Turbomachinery Indonesia, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Mechanical & Industrial Engineering Industry.  Bermula dari sebuah bengkel mesin yang berlokasi di Bandung, perusahaan ini kemudian berkembang pesat menjadi salah satu perusahaan yang mampu memperbaiki turbine dan compressor pump skala raksasa di Indonesia.  Saat ini PT Taka telah sangat berpengalaman dalam industrial pump repair, steam turbine repair dan gas turbine component repair dengan klien-klien seperti Pertamina, Indonesia Power, Torishima Guna, Kepindo dan Chevron Pasific Indonesia.  Perusahaan yang dibangun dengan modal awal 60 juta ini, sekarang telah memiliki 150 orang pegawai, luasan fasilitas kantor dan workshop sekitar hampir 6000 m2 dan total aset senilai 80 Milyar.

            Memulai dari Nol, Lulus dari jurusan Geologi Institut Teknologi Bandung, Denni bekerja secara freelance di bidangnya.  Pada tahun 1997 ketika krisis ekonomi menerpa, Denni kesulitan mendapatkan pekerjaan.  Para kliennya malah harus melepas pegawainya.  Kesulitan ini malah menjadi awal bagi Denni untuk memulai membangun bisnis sendiri.  Berangkat dari ketertarikannya di bidang mesin dan mekanik sejak kecil, ia membuka bengkel permesinan umum. Dengan tidak memiliki background di bidang ini, tanpa ragu Ia menjalankan bisnisnya.  Saya memilih bidang ini karena minat dan menjalankannya secara learning by doing.  Customer pertama saya adalah bengkel mobil, ordernya membubut tromol rem, dengan nilai penjualan pertama 15 ribu rupiah.  Berbagai usaha dilakukan Denni untuk menjalankan bisnisnya.  Mulai dari meminjam uang pada orang tua sampai menjual mobil.  Dari tahun ke tahun, mobil saya turun terus.  Tahun 1999 Mobil Daihatsu Taft saya jual diganti Toyota Hardtop untuk membayar hutang orang tua.  Kemudian Hardtop dijual, diganti motor, sampai motor pun akhirnya saya jual dan saya naik angkot. Namun Denni tidak pernah putus asa dalam menghadapi semua kesulitan dan tantangan ini.  Ketika ditanya tantangan apa yang paling besar baginya ? Denni menjawab, tantangan itu selalu ada setiap saat dan Ia menganggap itu sebagai suatu proses yang harus dilewati, mengalir begitu saja.  Tantangan ada di setiap anak tangga yang harus didaki.
Denni tidak pernah merasa gagal.  Saat awal membangun bisnis, Ia berkali-kali ditolak bank.  Mungkin dua pasang sepatu habis solnya karena saya pakai berkeliling dari bank satu ke bank lain.  Sampai akhirnya salah satu bank menerima pengajuan kreditnya.  Saya gagal mendapatkan kredit dari beberapa bank tertentu, tapi saya tidak gagal mendapatkan kredit dari bank.  Kenapa banyak pengusaha gagal ?  Menurut Denni penyebabnya hanya karena kurang ulet, kurang gigih, kurang tahan cobaan dan kurang tahan banting.  Selain itu, Denni pun merasa bahwa Ia tidak pernah merasa susah.  Uang saya seribu saya happy, uang saya 1 juta saya happy, uang saya 100 juta pun saya happy. Bukan uang saya seribu kurang, 1 juta kurang, 100 juta juga kurang.  It’s about mindset.

            Pemimpin yang Visioner, Berawal dari sebuah bengkel kecil dengan 2 orang karyawan, dalam kurun waktu 12 tahun Denni telah membangun PT Taka yang kini hampir mendominasi bisnis overhaul turbin, compressor dan pompa di Pertamina, PLN dan berbagai industri Kimia.  Mereka melakukan reblading turbine, rekondisi dan overhaul pompa, rebabbit sleeve bearing, dsb.   Selama 12 tahun  itu pula, Denni membangun sistem dan budaya dalam perusahaannya.  Saya kumpulkan dan bangun sumber daya manusianya, permesinannya, infrastrukturnya, sampai menjadi suatu sistem yang berjalan dengan baik. Dulu semua peran saya jalankan sendiri.  Secara bertahap peran pimpinan keuangan saya lepas, lalu peran pimpinan  Human Resources, lalu peran Pimpinan Pemasaran.  Suatu saat nanti akan ada yang bisa mengambil peran saya sebagai presiden, dan saya tidak perlu ada disana lagi.  Saat ini, PT Taka telah menguasai 30-40% pangsa pasar dan menjadi nomor dua di bidangnya.  Denni menargetkan pada tahun 2012, PT Taka akan menjadi perusahaan nomor satu dan menjadi yang terbaik di Indonesia.  Namun mimpi Denni tidak berhenti hanya sampai di situ.  Setelah menjadikan Taka sebagai perusahaan nomor satu di Indonesia nanti, di tahun yang sama (2012) Ia berencana mendirikan perusahaan pembuat turbin pertama di Indonesia. Selama ini jika ada yang membutuhkan turbin selalu pergi ke Jerman atau Jepang, nantinya tidak perlu lagi.  Itu yang saat ini sedang saya bangun. Turbine-turbine pabrik kelapa sawit, pabrik gula, penggerak pompa di unit-unit utilitas industri kimia dan perminyakan, maupun juga pembangkit listrik skala kecil adalah sasarannya.  Denni pun masih memiliki rencana-rencana lain setelah nantinya berhasil mendirikan pabrik turbin.   Yang saya khawatirkan, jika saya merasa kenyang, maka saya akan malas.  Karena itu saya harus terus bergerak dan bergerak terus.

            Kerja Keras dan Tidak Takut Mengambil Resiko, Denni sepertinya memang sudah memiliki bakat entrepreneur sejak kecil.  Saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar, Ia pernah berjualan layangan.  Hal ini pun berlanjut sampai remaja.  Denni pernah mengasong berjualan jeruk dan duren di pasar saat SMA. Menciptakan sesuatu dan menghasilkan uang merupakan kebanggaan buat saya.  Saya ingin terus melakukannya.  Walau memiliki bakat entrepreneur, menurutnya kunci utama seorang pengusaha untuk  sukses adalah kerja keras.  Tidak mungkin sesuatu datang begitu saja tanpa kerja keras.

            Jangan pernah mengharapkan hasil besar dengan usaha yang minimal. Jika ingin sukses, usahanya  harus maksimal.  Denny pun berpendapat, bakat yang hebat tidak menjamin orang akan sukses.  Harus didukung dengan knowledge dan kerja keras.  Jika bakat dan knowledge itu dikombinasikan dengan baik, Anda bisa menjadi seorang maestro.  Menurut Denni tidak ada kata terlambat atau pun terlalu cepat untuk menjadi seorang entrepreneur.  Saat paling tepat adalah mulai saat ini juga. “Just do it !! Lakukan sekarang, jangan hanya menjadi wacana.  Ia juga menyarankan, jika ragu melangkah menjadi entrepreneur karena takut akan resiko, bergaulah dengan orang-orang yang berani, maka keberanian itu akan tertular.  Carilah teman atau mentor yang tepat., atau bergaullah dengan orang yang bisa memberi motivasi. Dampaknya akan lebih hebat lagi.



 Beginilah, gambaran kegiatan PT. Taka Turbomachinery Indonesia, yang dipimpin deni sekarang. ada pun pernyataannya, sebagai berikut  :








DENNI ANDRI, menjawab tentang kegalauannya didunia permesinan indonesia
Senin, 24 Agustus 09


       enam tahun yang lalu (Agustus 2007), saya membuat e-mail yang agak bikin heboh (terlampir). Intinya adalah "kegalauan" saya terhadap industri permesinan di Indonesia. E-mail ini sempat menyebar dari milis ke milis dan membuat banyak pihak marah (khususnya para insinyur mesin). Banyak Insinyur Mesin yang langsung ingin mengajak saya untuk berdiskusi dan berargumentasi terbuka. Dengan senang hati saya selalu melayani berbagai pertemuan, untuk menyampaikan pemikiran saya dan mencari solusi bersama bagi kemajuan Industri Permesinan Indonesia.
Setiap kali bertemu dengan banyak pihak yang berminat memajukan industri permesinan Indonesia dan tentunya ke intern jajaran perusahaan kami, saya terus menerus mengajak (men-challenge) agar para insinyur Indonesia mampu membuat mesin berputar di dalam negeri, minimal dalam proyek-proyek kami. Ternyata e-mail saya tersebut juga sempat "membakar" semangat salah seorang alumni ITB, bukan dari Jurusan Mesin tapi dari Jurusan Geologi, yang bernama Denni Andri (Alumni GL-89).
Bagi yang belum tahu, Denni pada tahun 1997 mendirikan sebuah perusahaan yang bernama PT Taka Masineri Indonesia (lihat foto Denni memulai dengan mesin bubut pertamanya). Saat ini Taka telah tumbuh besar menjadi salah satu perusahaan yang mampu memperbaiki Turbin, Pompa, Compressor skala raksasa di Indonesia. Fabrication Shop-nya di Jalan Soekarno Hatta no:797 sudah ditambah dengan fasilitas gedung baru (lihat foto di kanan). Taka saat ini hampir mendominasi bisnis overhaul Turbin, Compressor dan Pompa di Pertamina, PLN dan berbagai industri Kimia. Mereka melakukan reblading turbine, rekondisi dan overhaul pompa, rebabbit sleeve bearing, dlsb (silahkan download presentasi PT Taka disini - 3.1 MB).
Denni bercerita bahwa ia memulai bisnisnya dengan modal awal Rp 60 juta. Saat ini asetnya sudah mencapai Rp 80 Milyard, dan pendapatan per-tahunnya mencapai Rp 60 Milyard. Untuk pertama kali setelah 12 tahun berdiri, perusahaannya baru saja membagikan deviden keuntungan tahun ini. Karyawan perusahaannya PT Taka telah mencapai 120 orang
Tetapi bukan ini yang membuat Denni Andri hebat. Setelah bertemu beberapa kali dengan beliau, Denni akhirnya memutuskan untuk bekerja sama dengan sebuah pemasok lisensi teknologi Turbin, untuk membuat Turbin di Indonesia secara mandiri. Kami telah sepakat untuk bersatu-padu, bahu membahu agar turbine-turbine pabrik kelapa sawit, pabrik gula, penggerak pompa di unit-unit utilitas industri kimia dan perminyakan, maupun juga di pembangkit listrik skala kecil, akan dibuat sepenuhnya oleh putra putri Indonesia. Amien. Itulah cita-cita dan juga semangat kami bersama.
Tidak lain kami mohon doa dan dukungan dari rekan-rekan semua.

Salam
Hengki



Tidak ada komentar:

Posting Komentar